Cegah Covid-19, FST UIN Bandung Gandeng Lazis Darul Hikam Produksi Hand Sanitizer

3662439643

Bandung – Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) bekerja sama dengan Lembaga Wakaf Zakat Infak dan Sedekah Darul Hikam memproduksi dan membagikan hand sanitizer.

“Hand sanitizer ini menjadi barang yang sangat diperlukan oleh  masyarakat, sehingga upaya produksi hasil kerjasama Jurusan Kimia FST dan Lazis Darul Hikam ini sangat perlu diapresiasi, terlebih dalam situasi bahan-bahan yang diperlukan sangat langka dan mahal”, ungkap Mahmud didampingi Dekan FST UIN SGD, Hasniah Aliah, Rabu, 25 Maret 2020 di Kampus UIN SGD.

Mahmud mengatakan, wabah Covid-19 ini harus disikapi dengan bijak dan ambil hikmahnya. “Tanda-tanda kekuasaan Allah Azza wa Jalla , yang Ia ciptakan di langit dan di bumi dan di antara keduanya, semua itu tidak diciptakan dengan sia-sia. Termasuk virus Corona ini adalah makhluk Allah,” ujarnya.

Mahmud mengimbau kepada masyarakat agar selalu menggunakan dua pendekatan dalam menyikapi wabah ini. “Pertama taati protokol yang telah ditetapkan pemerintah, misalnya dalam pendekatan secara medis,” katanya.

Kedua dengan pendekatan bathin, yaitu secara spiritual dengan selalu mengikuti kebiasaan-kebiasan dalam agama Islam, seperti membiasakan wudu. “Jangan lupa berdoa seperti yang dicontohkan oleh Nabi Nuh dan Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Menurut Ketua Jurusan Kimia Eko Prabowo,  pada tahap awal kerjasama dengan Lazis Darul Hikam ini berhasil diproduksi 100 liter sanitizer yang dikemas ke dalam beberapa kemasan, yaitu yang berbentuk spray dengan ukuran botol 250 ml, 500 ml dan 1 liter.

Sementara menurut Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama FST Aep Saepuloh menyebutkan, bahwa selain memproduksi handsanitizer, kerjasama ini akan  berkembang dengan memproduksi disinfektan.

“Kebutuhan masyarakat akan disinfektan sangat besar, terutama untuk penyemprotan tempat-tempat umum termasuk tempat ibadah seperti masjid,” ujarnya.

Karena kebutuhan masyarakat sangat tinggi pada hand sanitizer dan disinfektan, sedangkan di pasaran cukup sulit diperoleh dan harganya cukup mahal, maka kata Aep yang didampingi Direktur Lawazis DH, Umar, kami mengajak  Darul Hikam untuk mengembangkan kerjasama ini dengan memproduksi disinfektan dan melayani penyemprotan disinfectan  di tempat-tempat umum, sebagai bagian dari pengabdian masyarakat. ***

DEKAN FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UIN BANDUNG TANDATANGANI KONTRAK KINERJA TAHUN 2020

WhatsApp Image 2020-02-21 at 20.31.44

BANDUNG – Pendidikan tinggi memiliki target kinerja tahunan. Ini menjadi perhatian serius pimpinan dan jajaran Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung.

UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyelenggarakan Rapat Kerja (Raker) Tahun 2020. Tema Raker ini adalah “Sinergi Bersama untuk UIN Sunan Gunung Djati Maju.” Acara berlangsung di Hotel Grand Mercure Jalan Setiabudi Bandung, Rabu-Jumat, 19-21 Februari 2020.

Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si., Rektor Sunan Gunung Djati Bandung membuka acara tersebut. “Melalui sinergi kita maju. Bahkan, bukan hanya maju melainkan unggul,” ujar Rektor Sunan Gunung Djati Bandung saat menyampaikan sambutan pembukaan.

Sementara itu Ketua Pelaksana Raker 2020, Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag, Wakil Rektor II UIN Sunan Gunung Djati Bandung menyampaikan laporannya. “Kegiatan raker diakhiri dengan penandatanganan kontrak kinerja,” ungkap Tedi Priatna.

Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menandatangani kontrak kinerja Tahun 2020. Kontrak ini memiliki enam sasasan strategis.

Pertama, meningkatnya pemerataan akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Kedua, meningkatnya kualitas layanan PTKI. Ketiga, meningkatnya kualitas dan kualifikasi pendidik dan tenaga kependidikan PTKI. Keempat, meningkatnya kualitas hasil penelitian PTKI. Kelima, meningkatnya relevansi dan daya saing PTKI. Keenam, meningkatnya tata kelola kelembagaan dan otonomi PTKI.

Pada tiap sasaran strategis terdapat berbagai Indikator Kinerja Utama (IKU). Pada setiap poin IKU terdapat target. Setiap fakultas mendapat tantangan untuk merealisasikan target yang didukung data sebagai bukti pencapaian kinerja.

WhatsApp Image 2020-02-21 at 10.15.06

Selain dekan Fakultas Sains dan Teknologi Dr. Hasniah Aliah, M.Si, hadir pula Wakil Dekan I Dr. Yudha Setia Perkasa, M.Si, Wakil Dekan II Dr. Elis Ratna Wulan, M.T dan Kepala Bagian Tata Usaha M. Mas’ud, S.Ag., M.M.Pd.

[yudha/]

SHARING IDE ANTARA USHULUDDIN DENGAN SAINTEK UIN BANDUNG

 

WhatsApp Image 2020-02-27 at 16.06.09
Pendidikan tinggi mendapat tantangan dalam pengembangan pengetahuan dari hulu ke hilir. Tantangan ini mendapat perhatian utama di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung.

Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) bersama Fakultas Ushuluddin UIN SGD Bandung melaksanakan “Sharing Ide” bertempat di Aula Lantai 1 Fakultas Saintek UIN SGD Bandung Jalan AH. Nasution 105 Bandung, Kamis, 27 Februari 2020.

Hadir di acara ini Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag., Wakil Rektor I Bidang Akademik, Dr. Hasniah Aliah, M.Si., Dekan Fakultas Saintek, dan Dr. Wahyudin Darmalakasana, M.Ag., Dekan Fakultas Ushuluddin.

Prof. Dr. H. Rosihon Anwar, M.Ag. berkenan memberikan sambutan. “Saya menyampaikan apresiasi yang sedalam-dalamnya kepada para akademisi Fakultas Saintek yang telah banyak memberikan kontribusi untuk UIN SGD Bandung, khususnya di bidang publikasi ilmiah skala internasional,” ungkap Wakil Rektor I Bidang Akademik.

“UIN SGD Bandung memiliki paradigma Wahyu Memandu Ilmu yang dikenal dengan WMI. Paradigma WMI harus diimplementasikan melalui penelitian integrasi keilmuan antara ilmu keagamaan dengan sains dan teknologi. Integrasi ini bisa dilakukan melalui sharing antar-fakultas di internal UIN SGD Bandung,” lanjutnya.

Dr. Hasniah Aliah, M.Si., menyampaikan beberapa pandangan. “Kami tengah melakukan upaya peningkatan bidang akademik. Berbagai hal telah kami tempuh meliputi peningkatan produktivitas dosen, penguatan pelayanan untuk mahasiswa, dan kerjasama dengan beberapa pihak,” papar Dekan Fakultas Saintek.

“Kami memandang sharing ide sangat dibutuhkan dalam rangka mengimplementasikan paradigma WMI. Dalam waktu dekat kita upayakan kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah dengan bidang ilmu keagamaan,” paparnya.

Dr. Wahyudin Darmalaksana, M.Ag., memberikan tanggapan. “Kami menghaturkan terimakasih mendapat undangan dari Fakultas Saintek untuk sharing ide. Ushuluddin merupakan ilmu hulu dan Saintek ilmu hilir. Kami berharap ilmu pengetahuan berparadigma WMI mengalir dari hulu ke hilir,” tutur Dekan Fakultas Ushuluddin.

“Kita upayakan sasaran integrasi ilmu melalui kelas khusus yang mempertemukan dosen Saintek dan dosen Ushuluddin. Di kelas ini kita coba pertemukan akademisi Ilmu Teks Suci dengan akademisi Informatika untuk kolaborasi penelitian dan publikasi ilmiah,” tururnya.

Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 90 dosen. Acara “Sharing Ide” berlangsung dalam kegiatan “Rapat Koordinasi Pengampu Mata Kuliah Semester Genap Tahun 2020” Fakultas Saintek UIN SGD Bandung.

(Ali R.)

 

 

1

Pentingnya K3 Demi Peningkatan Kinerja Laboratorium

Integrated Laboratory (Laboratorium Terpadu) UIN SGD Bandung menggelar Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bertajuk “Implementasi Kesehatan dan Kesehatan Kerja dalam Peningkatan Kinerja Laboratorium” di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kampus I, Jl. A.H Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

Sebagai narasumber: Yadi Kusmayadi, S.KM., MMKKKL dan Halimatusyadiah, S.Kep., MAN, Acara dibuka Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Jaenudin, M.Ag.

Jaenudin mengungkapkan pentingnya pembekalan bagi laboran dalam melakukan pekerjaan-pekerjaannya di laboratorium, salah satunya melalui workshop, sehingga diperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja.

Kepala Integrated Laboratory, Dr. Tri Cahyanto, M.Si, mengatakan  workshop yang dilakukan oleh Laboratorium Terpadu UIN SGD Bandung ini sangat penting diselenggarakan dalam rangka menjamin keamanan, kenyamanan, keselamatan dan kesehatan kerja selama di laboratorium.

Ketua Panitia, Seni Susanti, S.Si., MM menerangkan Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diikuti lebih dari 50 peserta baik laboran, dosen maupun mahasiswa.

Yadi Kusmayadi, dan Halimatusyadiah,  menekankan pentingnya pengetahuan mengenai basic safety laboratory untuk meningkatkan kualitas SDM yang mampu memahami tentang emergency preparadies, pengelolaan alat serta pengetahuan dalam melakukan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

Guna mencegah terjadinya kecelakaan dalam laboratorium maka pengguna laboratorium setidaknya harus mampu melaksanakan 4 safety behaviour terdiri dari: Pertama, Attitude; Kedua, Awareness; Ketiga, Action; dan Keempat, Accountability. Workshop K3 ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pengguna lab untuk dapat bersikap dan berprilaku sesuai dengan tata aturan/SOP yang berlaku. Laboratorium.(rie)

2 3

TEKNIK ELEKTRO -Pelatihan

Prodi Teknik Elektro Beri Pelatihan Running Text Siswa MTs Darul Fitri Garut

Momen Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019, bukan hanya di peringanti upacara “bersarung” penuh hikmat  seluruh indonesia, Tetapi, Momen tersebut, bagi Program studi Teknik elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN SGD BAndung di isi  juga berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memberikan Pelatihan dan Perakitan Running Text di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Fitri,  Leles, Kabupaten Garut, Selasa, (22/10).

Kegiatan PKM yang diikuti oleh seluruh dosen Teknik Elektro dan mahasiswa tersebut bertajuk ” Pelatihan dan Perakitan Running Text MTs Darul Fitri Leled di Kabupaten Garut” dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Nanang Ismail, MT. Semua siswa  MTs Darul Fitri sangat antusias mengikutinya.Bahkan, Siswa MA Baiturrahman turut hadir ikut pelatihan .

Ketua Prodi Teknik Elektro  mengatakan kegiatan PKM  merupakan kegiatan rutin jurusan Teknik Elektro setiap semester yang selalu melibatkan mahasiswa, dan untuk saat ini sangat spesial karena bertepatan dengan Hari Santri Nasional.” Inilah momentum santri mengabdi,”ungkap nanang.

Dijelaskan Nanang  kesempatan ini menjadi momen penting  UIN Bandung ingin berbagi pengetahuan dengan merakit dan merancang running text  dengan harapan pengetahuan ini dapat bermanfaat bagi siswa dan siswi. Karena bertepatan dengan hari Santri Nasional , maka,seluruh dosen dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKM ini menggunakan sarung dan peci.

“ Ini momen sepesial, berbagi ilmu sambil memperingati Hari Santri,” ungkap Nanang penuh haru.

ketua Pelaksana PKM Adam Faroqi, MT, kegiatan ini disamping berbagi pengetahuan juga memotivasi siswa untuk lebih giat lagi belajarnya agar dapat menggapai cita-cita yg diharapkan terlebih antusias siswa disini sangat luar biasa dalam merakit running text karena disajikan dengan sangat menarik.

“Saya sangat senang sekali mengikuti pelatihan ini, saya bisa membuat running text sendiri, dan mau buat sendiri menulis nama saya pakai running text di rumah dan di pasang di kamar biar ayah dan ibu bangga,”tutur asep kurnia, siswa yang mengikuti pelatihan PKM.

Dari data statistik yg di uji dengan menggunakan quisioner yang dibagikan saat sebelum dan sesudah pelatihan didapatkan hasil bahwa siswa sangat puas dengan pelatihan ini mencapai 87%, mendapat pengetahuan  baru 95%, tertarik dengan metoda pelatihan mencapai 97%, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan  kegiatan PKM di MTs cukup menggembirakan.

Kepala sekolah MTs Darul Fitri berharap  kegiatan ini berlanjut dengan kegiatan PKM dengan pengetahuan lainnya,” kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak UIN SGD yang menjadikan sekolahnya sebagai tempat kegiatan PKM” (rie)

TEKNIK ELEKTRO -Pelatihan 2 TEKNIK ELEKTRO -Pelatihan

WhatsApp Image 2019-10-29 at 16.22.04

Fak. Saintek Selenggarakan Seminar Kebangsaan

Fakultas Sains dan Tekn0logi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema “Memaknai Persatuan dan Kesatuan Bangsa” di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (29/10). Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Hasniah Aliah menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi berbangsa dan bernegara saat ini.

Pembicara pada seminar tersebut adalah Nanat Fatah Natsir (Guru Besar UIN Bandung), Popong Otje Djundunan (Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jawa Barat) dan Djoni Aluwi (Advokat dan Wakil Ketua Forum Kebangsaan) dengan moderator Wakil Dekan 3 Fakultas Sains dan Teknologi Aep Saepuloh.

WhatsApp Image 2019-10-29 at 16.22.04

Jurusan Kimia Sukses Gelar Seminar Nasional 2019

Kegiatan seminar nasional merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap jurusan dilingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah satunya Jurusan Kimia yang sukses menggelar agenda rutin tersebut. Seminar Nasional Kimia 2019 merupakan seminar nasional kedua yang dilaksanakan oleh Jurusan Kimia. Kegiatan diselenggarakan di  Aula Utama, Gedung FST, pada sabtu (26/10/2019). Acara dihadiri langsung oleh seluruh pimpinan FST, Dr. Hasniah Aliah, M.Si (Dekan), Dr. Yudha Satria Perkasa (Wakil Dekan 1), Dr. Elis Ratna Wulan, S.Si., M.T (Wakil Dekan 2) dan Dr. Aep Saepuloh, S.Ag., M.Si (Wakil Dekan 3). Sementara yang menjadi Ketua Pelaksana kegiatan tersebut yaitu Eko Prabowo Hadisantoso, M.Pkim yang sekarang menjabat sebagai Ketua Jurusan Kimia.

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.40

Jumlah peserta pada Seminar Nasional Kimia 2019 terdiri dari 3 pemakalah utama, 69 pemakalah oral, 16 peserta pemakalah poster, dan 70 peserta non pemakalah dari berbagai bidang ilmu kimia yang meliputi kimia analitik, kimia anorganik, kimia organik, kimia fisika, biokimia, kimia material, kimia lingkungan, komputasi kimia, dan pendidikan kimia. Peserta sendiri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari paling barat yaitu berasal dari Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara dan yang paling timur berasal dari Universitas Pattimura, Ambon, Maluku.

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.39

Seminar Nasional Kimia 2019 kali ini bertema ‘Peran Riset Kimia dalam Mengahadapi Revolusi Industri 4.0.’ hal tersebut dimaksudkan “bahwa revolusi industri merupakan suatu keniscayaan, dan kita semua akan berada pada era tersebut. Ini berarti mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua harus memiliki basic knowledge mengenai era revolusi industri 4.0 ini, termasuk dunia riset kimia”. Ujar Eko selaku Ketua Pelaksana. Sementara menurut Yudha Wk. Dekan 1 Bidang Akademik FST menambahkan, riset penelitian yang digagas harus disesuaikan dengan tujuan nasional “bahwa roadmap penelitian yang kita gagas saat ini haruslah sejalan dengan RIRN (Rencana Induk Riset Nasional), hal tersebut agar terjalin suatu sinergi antara peneliti dengan tujuan nasional” papar Yudha.
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.39(1)
Ada 3 Pembicara utama pada seminar kali ini, yang pertama Fitria Khoerunnisa, Ph.D, peraih Akademik Leader 2018 sebagai Dosen Kimia, FPMIPA, UPI Bandung beliau memapakarkan materi yang berjudul “Peran Strategis Riset Kimia dalam Revolusi Industri”. Sementara pembicara kedua yaitu Muhammad Yusuf, Ph.D beliau merupakan Dosen Kimia, FMIPA, UNPAD Bandung, pada presentasinya beliau mamaparkan materi dengan judul “Big Data Kimia, Visualissi 3D, Simulasi Molekul, Intelegensia Artifisial, dan Komputasi Awan untuk Indonesia 4.0”. Pembicara ketiga merupakan dosen internal dari Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yaitu Dr. Tety Sudiarti, M.Si, beliau memaparkan mengenai  “Membran Polimer Elektrolit dari Bahan Selulosa Termodifikasi untuk Aplikasi Ion Litium”.

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.40(1)