Mahasiswa Agroteknologi Raih Emas dan Perunggu pada Event IICYMS

Fakultas Sains dan Teknologi > Akademik > Mahasiswa Agroteknologi Raih Emas dan Perunggu pada Event IICYMS

International Invention Competition for Young Moslem Scientist telah selesai dilaksanakan. Closing ceremony diadakan pada hari Minggu, 4 Juli 2021 kemarin. Acara closing berlangsung sangat meriah dan dihadiri oleh para peserta IICYMS. Pada acara closing ini, diumumkan pemenang dari setiap kategori lomba. Jurusan Agroteknologi yang mengirimkan 3 kelompok sebagai perwakilannya mendapatkan 1 medali emas dan 2 medali perunggu.

Tim dari angkatan 2019 yang beranggotakan Muhammad Ziyad, Adetia Nurfarida, Meutia Rizki, Magfira Putri dan Titian Lismaya berhasil mendapatkan perunggu untuk kategori Environmental Science University. Mereka mengangkat tema mengenai pemanfaatan sampah dapur sebagai pupuk organik yang bisa digunakan. Demi mendukung gagasannya tersebut, mereka pun mempraktekan dan membuat sendiri pupuk tersebut. Hasilnya, pertumbuhan tanaman pada fase kecambah jauh lebih tinggi daripada tanaman tanpa menggunakan pupuk tersebut. Juri pun sangat mengapresiasi pemikiran mereka yang dituliskan dalam suatu karya ilmiah.

Tim selanjutnya yaitu Tim dari angkatan 2018. Tim ini diketuai oleh Arvan M. Taufiq dan beranggotakan Nida Fazriani, Nyi Mas Roihani, Asha Alia Ridwan, dan Firdaus Sadam. Tim ini berhasil meraih perunggu untuk kategori Life Science University. Mereka menuangkan sebuah gagasan mengenai pemanfaatan asap ekstrak sereh untuk menghilangkan hama gudang pada beras. Ide ini dianggap menarik oleh para juri sehingga mereka bisa mendapatkan medali perunggu pada ajang internasional ini.

Tim yang terakhir yaitu Tim dari angkatan 2020. Tim ini beranggotakan RA Astiana, Dandi Guntur, Nandang Kusnandar, Tassa Nada Safitri dan Vania Muthi Nabila. Mereka berhasil meraih medali emas untuk kategori Environmental Science University. Kelima mahasiswa yang sangat luar biasa ini mengemukakan ide mengenai pemanfaatan kapas sebagai bahan bakar untuk mesin-mesin pertanian. Tidak ada yang menyangka akhirnya ide ini bisa membawa mereka menjadi juara 1.

Ketua Jurusan Agroteknologi, Dr. Liberty Chaidir, pun bangga sekali atas pencapaian mahasiswa Agroteknologi yang sangat luar biasa. Dr. Liberty yang dihubingi melalui pesan singkat menyatakan bahwa beliau sangat bersyukur mahasiswa Agroteknologi bisa mengikuti ajang internasional ini. “Saya sangat senang dan bangga kepada mereka semua. Mereka sudah mau berjuang menjadi perwakilan Agroteknologi dan Alhamdulillah semuanya mendapatkan juara”, ucap Dr. Liberty. *(Estry-FST)

Leave a Reply