Informasi Cuti Akademik

Berdasasrkan Surat Keputusan Rektor UIN Bandung no.006/Un.05/II.3/KU.01.1/1/2017 tanggal 12 Jan 2017 tentang perpanjangan Uang Kuliah Tunggal, SPP dan Praktikum Semester Genap UIN Sunan Gunung Djati Bandung tahun akademik 2016/2017, bahwa pembayaran UKT paling lambat 20 Jan 2017. Bagi mahasiswa yang tidak melakukan herregistrasi sesuai dengan ketentuan tersebut dianjurkan mengambil cuti kuliah yg pengajuannya sampai tanggal 27 Jan 2017.

Berikut SOP Cuti Akademik:

1. Cuti akademik adalah masa istirahat berupa penghentian studi sementara dari kegiatan akademik dalam waktu tertentu selama yang bersangkutan mengikuti program studi di UIN SGD Bandung
2. Jumlah maksimum cuti akademik adalah dua semester baik berturut-turut, maupun secara terpisah dan hanya diberikan kepada mahasiswa Semester III sampai dengan Semester VIII
3. Cuti akademik dapat berupa cuti yang direncanakan dan yang tidak direncanakan.
a) Cuti akademik yang direncanakan dapat diberikan maksimum dua semester selama studi, kepada mahasiswa yang telah menempuh dan/atau memperoleh sekurang-kurangnya 30 (tiga puluh) SKS.
b) Cuti akademik yang tidak direncanakan diberikan kepada mahasiswa yang sakit lebih dari 1,5 bulan dengan bukti Surat Keterangan dari Dokter
4. Dalam masa studi mahasiswa dapat mengajukan cuti akademik dengan terlebih dahulu mengisi surat permohonan cuti akademik dalam masa her-registrasi.
5. Permohonan cuti akademik diajukan kepada Rektor melalui Dekan setelah diketahui oleh Dosen Pembimbing Akademik, selambat-lambatnya dua minggu sebelum her-registrasi pada semester yang bersangkutan.
6. Mahasiswa yang mengambil cuti kuliah dikenakan kewajiban membayar 10% dari SPP.
7. Periode cuti akademik diperhitungkan dalam batas waktu maksimal masa studinya.
8. Mahasiswa yang melakukan cuti akademik tanpa prosedur/tanpa izin, maka dapat dikenakan sanksi sebagai berikut :
a) Untuk mendaftar kembali harus mengajukan permohonan tertulis pada Rektor melalui Dekan/Ketua Jurusan/Program Studi. Permohonan tersebut dapat diterima atau ditolak.
b) Periode cuti akademik tersebut diperhitungkan dalam batas waktu maksimal masa studinya.
c) Diwajibkan membayar biaya perkuliahan selama masa cuti tersebut.
d) Jika dilakukan selama dua semester baik berturut-turut maupun secara terpisah, maka dilakukan pemutusan studi.