Refpleksi 2019, Momen Evaluasi Diri dan Kinerja Agar Kedepan Lebih Baik

REPLEKSI 2019 A

Dekan Fakultas Sains dan Teknologi  Dr. Hasniah Aliah, M. Si. Mengungkapkan  arti pentingnya muhasabah, Seraya   mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin, maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin, maka dia terlaknat. “Ini harus menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, kinerja dalam bekerja supaya lebih baik dari sekarang,” tegas Dekan saat membuka muhasabah  dan refleksi 2019, didampingi Dr. Yudha Satya Pekasa, M.Si (Wakil Dekan I Bidang Akademik), Dr. Elis Ratna Wulan, S.Si, MT (Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan), dan Dr. H. Aep Saepuloh, M.Si (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama). di Aula FST, Selasa (31/12/2019).

Dekan berpesan bahwa dalam melakukan evaluasi tidak perlu menunggu waktu sampai satu tahun. “Mari kita merenung atas apa yang kita perbuat, peroleh, dan lakukan. Semakin sering dan pendek muhasabah itu dilakukan akan lebih baik daripada harus menunggu waktu pergantian satu tahun. Untuk itu, mari kita jadikan momentum yang singkat ini untuk melangkah dan menatap lebih baik ke masa depan,” paparnya.

Acara Refleksi Tahun 2019 ini menghadirkan  narasumber Agung Fatwa (Life Motivator and Public Speaking Trainer). Acara diakhiri dg doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Dekan III FST Dr. Aep Saepuloh, M. Si.***

 

FST UIN SGD Bandung Gelar Refleksi Tahun 2019 dan Penutupan Saintek Cup

REPLEKSI 2019

Upaya mengevaluasi atas capaian kinerja tahun 2019 dan merencanakan kerja tahun 2020, Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung menggelar Refleksi Tahun 2019 dan Penutupan Saintek Cup 2019, dengan menghadirkan narasumber Agung Fatwa (Life Motivator and Public Speaking Trainer) di Aula FST, Selasa (31/12/2019).

Acara doa bersama dan muhasabah ini dibuka langsung oleh Dekan FST, Dr. Hj. Hasniah Aliah, M.Si, yang didampingi Dr. Yudha Satya Pekasa, M.Si (Wakil Dekan I Bidang Akademik), Dr. Elis Ratna Wulan, S.Si, MT (Wakil Dekan II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan), dan Dr. H. Aep Saepuloh, M.Si (Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama).

Dalam sambutannya Dr. Hasniah Aliah, M. Si. menegaskan arti pentingnya muhasabah dengan mengutip perkataan Ali bin Abi Thalib “Barangsiapa yang harinya sekarang lebih baik daripada kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung. Barangsiapa yang harinya sama dengan kemarin, maka dia adalah orang yang merugi. Barangsiapa yang harinya sekarang lebih jelek daripada harinya kemarin, maka dia terlaknat. “Ini harus menjadi momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi diri, kinerja dalam bekerja supaya lebih baik dari sekarang,” tegasnya.

Menurutnya, dalam melakukan evaluasi tidak perlu menunggu waktu sampai satu tahun. “Mari kita merenung atas apa yang kita perbuat, peroleh, dan lakukan. Semakin sering dan pendek muhasabah itu dilakukan akan lebih baik daripada harus menunggu waktu pergantian satu tahun. Untuk itu, mari kita jadikan momentum yang singkat ini untuk melangkah dan menatap lebih baik ke masa depan,” paparnya.

Acara Refleksi Tahun 2019 ini diakhiri dg doa bersama yang dipimpin oleh Wakil Dekan III FST Dr. Aep Saepuloh, M. Si.

Mengenai Saintek Cup 2019, Dekan FST sangat mengapresiasi atas kerja Dewan Mahasiswa, Himpunan Mahasiswa Jurusan yang ikut berpartisifasi aktif dan berhasil menyelenggarkan berbagai perlombaan dalam membangu kebersamaan dan persaudaraan di lingkungan FST.

“Saya atas nama Dekan mengucapkan selamat kepada para juara. Namun harus diingat, perolehan juara bukan segalanya karena yang lebih utama itu bagaimana kita bisa menciptakan silatutahmi dan kebersamaan.Untuk tahun 2019 perbedaannya ditambah dengan perlombaan Best Supporter dalam kerangka membangun persaudaraan. Melalui kegiatan Saintek Cup dan Refleksi tahun 2019 diharapkan dapat menjadi momentum yang tepat untuk melakukan muhasabah, evaluasi diri supaya lebih baik di masa mendatang,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut Wakil Dekan III FST Dr. Aep Saepuloh, M. Si. menjelaskan bahwa mulai tahun 2019 ini Saintek Cup memperebutkan Piala “Best Supporter” dengan tujuan pembinaan agar mahasiswa berlomba menjadi supporter yang  tertib dan santun sehingga tujuan Saintek Cup sebagai ajang silaturahmi dan kebersamaan ini bisa tercapai.***

 

Dua Dosen FST Raih Anugerah Peneliti Terbaik Utama Tingkat Nasional 2019

 

Dua dosen Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan Gunung Djati (SGD) Bandung, yakni Dr. Hasniah Aliah, M.Si.,(Dekan FST) dan Mada Sanjaya WS, Ph.D meraih penghargaan dari Wakil Menteri Agama Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. sebagai peneliti terbaik utama di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang berlangsung di gedung Anwar Musaddad, Kampus I, Jl. A.H Nasution No. 105 Cipadung Cibiru Bandung, Rabu (04/12/2019).
Dari  64 orang hasil penelitian terbaik dosen PTKIN, Anugrah Riset Dekan FSTmenetapkan 20 peneliti terbaik dan 5 peneliti terbaik utama hasil seleksi dalam perhelatan Biannual Conference on Research Result (BCRR) yang digelar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Ditjen Pendidikan Islam di UIN SGD Bandung, 3-5 Desember. 2019.
Setelah tahapan seleksi presentasi ketat melalui paralel session, dewan juri menetapkan lima hasil penelitian terbaik utama: Pertama, Mada Sanjaya W.S, UIN SGD Bandung, judul penelitian: Integrasi Ilmu Falaq, Sains dan Teknologi Robot dalam Perancangan Alat Ukur Arah Kiblat Portable Menggunakan Metode al-Biruni dalam Kitab Tahdid Nihayat al-Amakin; Kedua, Aksin, IAIN Ponorogo, judul penelitian: Dari Membela Tuhan ke Membela Manusia (Kritik atas Nalar Agamaisasi Kekerasan);
Ketiga, Muzayyin Ahyar, IAIN Samarinda, judul penelitian: Aksi Bela Islam; Kliktifisme Islam dan Otoritas Baru Propaganda Agama di Era Milenial di Indonesia; Keempat, Hasniah Aliah, UIN SGD Bandung, judul penelitian: Fabrikasi Semikonduktor Keramik ZnxFe2x03;Mn Berbahan Alam Lokal sebagai Sensor Alkohol dan Formalin;
Kelima, Agus Salim, UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, judul penelitian: Dari Netral-Pasif ke Netral-Aktif: Melacak Jejak-Jejak Justifikasi Kementerian Luar Negeri Indonesia dalam Mengadvokasi Identitas Islam Moderat.
Wakil Menteri Agama, Drs. H. Zainut Tauhid Sa’adi, M.Si. sangat apresiasi kepada Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam dan pihak-pihak yang terlibat dalam event bertemunya peneliti-peneliti handal di lingkungan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam).
Wamenag mengingatkan civitas akademika PTKI untuk konsisten dalam menghasilkan riset berkualitas. Menurutnya, hasil riset yang mumpuni diperlukan dalam rangka ikut meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM). Peningkatan kualitas SDM akan memberikan pengharapan kerja yang berorientasi pada peningkatan kecakapan serta penguatan keagamaan yang baik.
BCRR adalah program dan terobosan PTKI di dunia riset, juga sebagai instrumen Kementerian Agama dalam melakukan akuntabilitas secara akademik atas pemanfaatan dana riset yang berjumlah 30% dari alokasi Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) secara nasional.
Mempertanggung jawabkan secara akademik merupakan keharusan bagi kita semua, bahwa sekecil apa pun anggaran yang kita manfaatkan dari anggaran negara itu sudah sepatutnya dan selayaknya harus dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan lingkungan kemasyarakatan dan kewibawaan bagi dunia perguruan tinggi.
Wamenag berpesan kepada stakeholder PTKI terutama para dosen dan mahasiswa harus benar-benar melakukan kegiatan riset. Pasalnya, riset merupakan akumulasi seluruh kompetensi atau kapasitas dosen, dimana penguasaan pengetahuan, kemampuan nalar, kecakapan dalam menuangkan tulisan, serta mempertahankan ide dan gagasan terkumpul menjadi satu dalam rangkaian proses riset yang dilakukan.
Wamenag memberikan apresiasi kepada UIN Bandung, bukan hanya sebagai tuan rumah, tapi juga sebagai juara umum, yang melalui penilaian objektif, tidak ada niatan lain kecuali memang hasil yang dilakukan oleh para peneliti itu betul-betul berkualitas.
Rektor UIN SGD Bandung, Prof. Dr. H. Mahmud, M.Si mengucapkan selamat dan merasa bangga atas raihan prestasi dosen selama ini, khususnya pada acara BCRR yang behasil terpilih tiga dosen pada kategori peneliti terbaik dan dua dosen untuk kategori peneliti terbaik utama.
Rektor mengucapkan terima kasih kepada Kementrian Agama atas kepercayaan utuk menyelenggarakan  acara dwitahunan ini bisa  menghasilkan 5 peneliti terbaik utama, Dua diantaranya dosen UIN Bandung.***

Kuliah Umum Biologi : Konservasi Berbasis Pemanpaatan Biodiservitas Secara Berkelanjutan

BKSDADemi terwujudnya kelestarian sumber daya alam hayati dan terjaganya   ekosistem berkesinambungan. Jurusan Biologi, Fakultas Sains dan Teknologi UIN SGD Bandung  memberikan pencerahan kepada para mahasiswa dan dosen  dengan mengundang nara sumber  Pupung Purnawan,S.Hut, M.Si dari  Balai Konservasi Sumber Daya Alam ( BKSDA) Jawa Barat dan Lianda Lubis,S.Si, MT, dari Taman Hutan Raya Juanda (TAHURA Juanda) Kota Bandung.

Kuliah Umum dengan Thema  “ Konservasi Berbasis Pemanpaatan Biodiservitas Secara Berkelanjutan” bertempat  di Aula Ultama FST, Lt I, Kamis,14 Nopember 2019. Dibuka Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerja sama dan Alumni, Dr.Aep Saepulloh, mewakili Dekan FST Dr.Hasniah Aliah yg berhalangan hadir karena memimpin Team FST mengikuti   Olimpiade sains di Makasar.

WD III mengapresiasi kuliah umum tersebut sebagai wahana untuk memberikan motivasi kepada mahasiswa dengan meningkatkan kajian – kajian  Ilmu Biologi yang berhubungan  erat dengan Al-quran ( ayat ayat kauniah).

 “ Kami berharap  jurusan biologi sebagai ujung tombak mampu meningkatkan kajiannya tetap berlandaskan nilai – nilai Al-quran, sehingga  sumber daya alam hayati dan ekosistemnya bisa terjaga dengan baik, “ Ujar WD III.

Sementara Sekretaris jurusan Biologi  Ida Kinasih, Ph.D, mewakili Ketua Jurusan Dr.Ana Widiana mengungkapkan rasa terimaksih kepada semua pihak yang telah mendukung terlaksana nya kegiatan dengan baik, “ semoga kuliah umum ini bisa memberikan manfaat dan  informasi untuk menambah wawasan dan semangat bagi para mahasiswa dan dosen tentang kajian biologi, “ Katanya.

Sekjur juga berharap dengan kegiatan ini, bisa mendukung visi misi jurusan biologi 2035 supaya kompeten tingkat nasional dan internasional.  “ Acara terselenggara berkat kerja sama dengan BKSDA Jabar, rencananya kedepan akan MoU dengan Tahura Kota Bandung.***

WD III Lantik Pengurus LSIST Periode 2019-2020

WD 3 (3)Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Kerjasama dan Alumni, Dr.Aep Saepulloh resmi melantik kepengurusan Lingkar Studi Ilmiah Sains dan Teknologi (LSIST) Periode 2019-2020,  Dewan Mahasiswa (Dema) Fakultas Sains dan Teknologi, UIN SGD Bandung, di Aula Utama FST, Senin, 11/11/2109.

Di sela – sela pengukuhan LSIST tersebut, WD III mengatakan zaman keemasan (Golden Age) yang pernah di raih umat Islam  (750 M – 1258 M),merupakan kontribusi para cendikiawan muslim bagi dunia. Pada saat itu para ilmuwan muslim  tidak memisahkan antara ilmu agama dan ilmu pengetahuan (Dikotomi). Karena nya, dengan transformasi status Institut  (IAIN) ke Universitas ( UIN ) diharapkan dalam pengembangan keilmuan UIN SGD  Bandung kedepan tetap berpijak kepada  Wahyu Memandu Ilmu (WMI) dalam rangka mencetak para cendekiawan muslim kedepan.

“ Semoga kehadiran  Lingkar Studi Ilmiah sains dan Teknologi di kampus tercinta ini,  menjadi ujung tombak di kalangan mahasiswa dalam mengamalkan nilai- nilai kewahyuan dalam pengembangan sains dan teknologi,” ujarnya.

1

Pentingnya K3 Demi Peningkatan Kinerja Laboratorium

Integrated Laboratory (Laboratorium Terpadu) UIN SGD Bandung menggelar Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bertajuk “Implementasi Kesehatan dan Kesehatan Kerja dalam Peningkatan Kinerja Laboratorium” di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Kampus I, Jl. A.H Nasution No 105 Cipadung Cibiru Kota Bandung, Rabu (30/10/2019).

Sebagai narasumber: Yadi Kusmayadi, S.KM., MMKKKL dan Halimatusyadiah, S.Kep., MAN, Acara dibuka Kepala Biro Administrasi Akademik Kemahasiswaan dan Kerjasama UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dr. H. Jaenudin, M.Ag.

Jaenudin mengungkapkan pentingnya pembekalan bagi laboran dalam melakukan pekerjaan-pekerjaannya di laboratorium, salah satunya melalui workshop, sehingga diperoleh pengetahuan dan pengalaman dalam keamanan, kesehatan dan keselamatan kerja.

Kepala Integrated Laboratory, Dr. Tri Cahyanto, M.Si, mengatakan  workshop yang dilakukan oleh Laboratorium Terpadu UIN SGD Bandung ini sangat penting diselenggarakan dalam rangka menjamin keamanan, kenyamanan, keselamatan dan kesehatan kerja selama di laboratorium.

Ketua Panitia, Seni Susanti, S.Si., MM menerangkan Workshop Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) diikuti lebih dari 50 peserta baik laboran, dosen maupun mahasiswa.

Yadi Kusmayadi, dan Halimatusyadiah,  menekankan pentingnya pengetahuan mengenai basic safety laboratory untuk meningkatkan kualitas SDM yang mampu memahami tentang emergency preparadies, pengelolaan alat serta pengetahuan dalam melakukan pertolongan pertama saat terjadi kecelakaan.

Guna mencegah terjadinya kecelakaan dalam laboratorium maka pengguna laboratorium setidaknya harus mampu melaksanakan 4 safety behaviour terdiri dari: Pertama, Attitude; Kedua, Awareness; Ketiga, Action; dan Keempat, Accountability. Workshop K3 ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran seluruh pengguna lab untuk dapat bersikap dan berprilaku sesuai dengan tata aturan/SOP yang berlaku. Laboratorium.(rie)

2 3

TEKNIK ELEKTRO -Pelatihan

Prodi Teknik Elektro Beri Pelatihan Running Text Siswa MTs Darul Fitri Garut

Momen Hari Santri Nasional 22 Oktober 2019, bukan hanya di peringanti upacara “bersarung” penuh hikmat  seluruh indonesia, Tetapi, Momen tersebut, bagi Program studi Teknik elektro, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN SGD BAndung di isi  juga berbagi ilmu pengetahuan dan teknologi dengan memberikan Pelatihan dan Perakitan Running Text di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Darul Fitri,  Leles, Kabupaten Garut, Selasa, (22/10).

Kegiatan PKM yang diikuti oleh seluruh dosen Teknik Elektro dan mahasiswa tersebut bertajuk ” Pelatihan dan Perakitan Running Text MTs Darul Fitri Leled di Kabupaten Garut” dibuka langsung oleh Ketua Jurusan Teknik Elektro Nanang Ismail, MT. Semua siswa  MTs Darul Fitri sangat antusias mengikutinya.Bahkan, Siswa MA Baiturrahman turut hadir ikut pelatihan .

Ketua Prodi Teknik Elektro  mengatakan kegiatan PKM  merupakan kegiatan rutin jurusan Teknik Elektro setiap semester yang selalu melibatkan mahasiswa, dan untuk saat ini sangat spesial karena bertepatan dengan Hari Santri Nasional.” Inilah momentum santri mengabdi,”ungkap nanang.

Dijelaskan Nanang  kesempatan ini menjadi momen penting  UIN Bandung ingin berbagi pengetahuan dengan merakit dan merancang running text  dengan harapan pengetahuan ini dapat bermanfaat bagi siswa dan siswi. Karena bertepatan dengan hari Santri Nasional , maka,seluruh dosen dan mahasiswa yang mengikuti kegiatan PKM ini menggunakan sarung dan peci.

“ Ini momen sepesial, berbagi ilmu sambil memperingati Hari Santri,” ungkap Nanang penuh haru.

ketua Pelaksana PKM Adam Faroqi, MT, kegiatan ini disamping berbagi pengetahuan juga memotivasi siswa untuk lebih giat lagi belajarnya agar dapat menggapai cita-cita yg diharapkan terlebih antusias siswa disini sangat luar biasa dalam merakit running text karena disajikan dengan sangat menarik.

“Saya sangat senang sekali mengikuti pelatihan ini, saya bisa membuat running text sendiri, dan mau buat sendiri menulis nama saya pakai running text di rumah dan di pasang di kamar biar ayah dan ibu bangga,”tutur asep kurnia, siswa yang mengikuti pelatihan PKM.

Dari data statistik yg di uji dengan menggunakan quisioner yang dibagikan saat sebelum dan sesudah pelatihan didapatkan hasil bahwa siswa sangat puas dengan pelatihan ini mencapai 87%, mendapat pengetahuan  baru 95%, tertarik dengan metoda pelatihan mencapai 97%, sehingga dapat disimpulkan bahwa tingkat keberhasilan  kegiatan PKM di MTs cukup menggembirakan.

Kepala sekolah MTs Darul Fitri berharap  kegiatan ini berlanjut dengan kegiatan PKM dengan pengetahuan lainnya,” kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pihak UIN SGD yang menjadikan sekolahnya sebagai tempat kegiatan PKM” (rie)

TEKNIK ELEKTRO -Pelatihan 2 TEKNIK ELEKTRO -Pelatihan

WhatsApp Image 2019-10-29 at 16.22.04

Fak. Saintek Selenggarakan Seminar Kebangsaan

Fakultas Sains dan Tekn0logi UIN Sunan Gunung Djati Bandung menggelar Seminar Kebangsaan dengan tema “Memaknai Persatuan dan Kesatuan Bangsa” di Aula Fakultas Sains dan Teknologi (29/10). Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Hasniah Aliah menyampaikan bahwa tema tersebut sangat relevan dengan kondisi berbangsa dan bernegara saat ini.

Pembicara pada seminar tersebut adalah Nanat Fatah Natsir (Guru Besar UIN Bandung), Popong Otje Djundunan (Ketua Forum Pembauran Kebangsaan Jawa Barat) dan Djoni Aluwi (Advokat dan Wakil Ketua Forum Kebangsaan) dengan moderator Wakil Dekan 3 Fakultas Sains dan Teknologi Aep Saepuloh.

WhatsApp Image 2019-10-29 at 16.22.04

Jurusan Kimia Sukses Gelar Seminar Nasional 2019

Kegiatan seminar nasional merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap jurusan dilingkungan Fakultas Sains dan Teknologi (FST), UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah satunya Jurusan Kimia yang sukses menggelar agenda rutin tersebut. Seminar Nasional Kimia 2019 merupakan seminar nasional kedua yang dilaksanakan oleh Jurusan Kimia. Kegiatan diselenggarakan di  Aula Utama, Gedung FST, pada sabtu (26/10/2019). Acara dihadiri langsung oleh seluruh pimpinan FST, Dr. Hasniah Aliah, M.Si (Dekan), Dr. Yudha Satria Perkasa (Wakil Dekan 1), Dr. Elis Ratna Wulan, S.Si., M.T (Wakil Dekan 2) dan Dr. Aep Saepuloh, S.Ag., M.Si (Wakil Dekan 3). Sementara yang menjadi Ketua Pelaksana kegiatan tersebut yaitu Eko Prabowo Hadisantoso, M.Pkim yang sekarang menjabat sebagai Ketua Jurusan Kimia.

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.40

Jumlah peserta pada Seminar Nasional Kimia 2019 terdiri dari 3 pemakalah utama, 69 pemakalah oral, 16 peserta pemakalah poster, dan 70 peserta non pemakalah dari berbagai bidang ilmu kimia yang meliputi kimia analitik, kimia anorganik, kimia organik, kimia fisika, biokimia, kimia material, kimia lingkungan, komputasi kimia, dan pendidikan kimia. Peserta sendiri berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari paling barat yaitu berasal dari Universitas Negeri Medan, Sumatera Utara dan yang paling timur berasal dari Universitas Pattimura, Ambon, Maluku.

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.39

Seminar Nasional Kimia 2019 kali ini bertema ‘Peran Riset Kimia dalam Mengahadapi Revolusi Industri 4.0.’ hal tersebut dimaksudkan “bahwa revolusi industri merupakan suatu keniscayaan, dan kita semua akan berada pada era tersebut. Ini berarti mau tidak mau, suka tidak suka, kita semua harus memiliki basic knowledge mengenai era revolusi industri 4.0 ini, termasuk dunia riset kimia”. Ujar Eko selaku Ketua Pelaksana. Sementara menurut Yudha Wk. Dekan 1 Bidang Akademik FST menambahkan, riset penelitian yang digagas harus disesuaikan dengan tujuan nasional “bahwa roadmap penelitian yang kita gagas saat ini haruslah sejalan dengan RIRN (Rencana Induk Riset Nasional), hal tersebut agar terjalin suatu sinergi antara peneliti dengan tujuan nasional” papar Yudha.
WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.39(1)
Ada 3 Pembicara utama pada seminar kali ini, yang pertama Fitria Khoerunnisa, Ph.D, peraih Akademik Leader 2018 sebagai Dosen Kimia, FPMIPA, UPI Bandung beliau memapakarkan materi yang berjudul “Peran Strategis Riset Kimia dalam Revolusi Industri”. Sementara pembicara kedua yaitu Muhammad Yusuf, Ph.D beliau merupakan Dosen Kimia, FMIPA, UNPAD Bandung, pada presentasinya beliau mamaparkan materi dengan judul “Big Data Kimia, Visualissi 3D, Simulasi Molekul, Intelegensia Artifisial, dan Komputasi Awan untuk Indonesia 4.0”. Pembicara ketiga merupakan dosen internal dari Jurusan Kimia, UIN Sunan Gunung Djati Bandung yaitu Dr. Tety Sudiarti, M.Si, beliau memaparkan mengenai  “Membran Polimer Elektrolit dari Bahan Selulosa Termodifikasi untuk Aplikasi Ion Litium”.

WhatsApp Image 2019-10-27 at 10.20.40(1)